Translate

Sabtu, 30 November 2019

KAMPUNG INGGRIS PILIHAN TEPAT UNTUK EDUTRAVEL BAGI KAMU








Kampung Inggris adalah sebuah julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Perkampungan tersebut berkembang menjadi tempat belajar Bahasa Inggris. Sebagai tempat belajar, pemandangan keseharian di Kampung Inggris Pare tak ubahnya seperti kompleks pelajar. Didominasi oleh hiruk pikuk aktivitas orang-orang yang sedang belajar khususnya pada saat musim liburan, kampung ini tidak kalah ramai dengan tempat-tempat wisata karena banyaknya pelajar, mahasiswa, pekerja maupun masyarakat umum yang mengisi waktu liburan mereka untuk belajar sambil berwisata. Orang-orang yang belajar di Kampung Inggris tidak hanya dari Indonesia melainkan juga dari mancanegara seperti Malaysia, Thailand, Timor Leste, dan lain-lain.[2]

Selain itu lingkungan di Kampung Inggris Pare tertata rapi tersedia banyak warung makanan, cafe, laundry, tempat ibadah, toko buku, taman, dan peralatan yang dibutuhkan mahasiswa untuk belajar. Alat transportasi utama adalah sepeda dan motor. Keduanya dapat disewa di tempat penyewaan sepeda dan motor. Tidak ada angkot jarak dekat ataupun ojek seperti di kota- kota besar.

Kampung Inggris berawal dari perjuangan dan kiprah Bapak Kalend Osen sang Pendiri BEC Pare. Kalend Osen adalah seorang berkewarganegaraan Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur, Tokoh dan Guru sederhana yang telah menghasilkan ribuan murid yang kini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa belahan di dunia.

Sosok Kalend Osen merupakan pribadi yang sederhana dan disiplin, selalu memberikan motivasi dan pengajaran yang terbaik kepada seluruh murid- muridnya, baik yang kini masih aktif mengenyam pendidikan kursus di BEC ataupun kepada para alumni yang telah menjadi pendiri dan tutor-tutor kursusan di Kampung Inggris. Bahu membahu, saling berkomunikasi, getok tular ilmu, adalah dasar-dasar asal mulanya terbentuknya Kampung Inggris Pare. Hal itulah yang menambah kepercayaan dan memantapkan kepada publik bahwa pendidikan kursus bahasa inggris di Kampung Inggris Pare adalah yang terbaik di Indonesia.

Dari pengakuan salah seorang peserta kursus yang berasal dari Sudan yaitu Hasyim (Mahasiswa Malaysia), setelah membandingkan pola belajar serta metode kursus yang dirasakannya dan temannya yang juga kursus di Malaysia, menyatakan bahwa Kampung Inggris Pare adalah yang terbaik. Hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka, karena sistem yang berkembang di Pare, bisa menjadikan siswa-siswanya betah dan mampu menguasai pelajaran bahasa inggris dengan baik. Suasana perkampungan  yang alami, kanan-kiri penduduk yang membentuk komunitas, saling mendukung mensukseskan Kampung Inggris sebagai pusat pembelajaran bahasa asing. Tidaklah kesulitan untuk menemukan asrama-asrama, kos-kosan sebagai penginapan sementara baik yang ber-suasana English Area atau yang non-English Area, berguna sekali untuk calon siswa kursus dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan Kampung Inggris. Itulah mengapa, “Teman-teman saya di Indonesia dan Malaysia datang untuk belajar bahasa Inggris. Yang terbaik, di Pare,” ujar Hasyim.

Kampung Inggris tidaklah seperti dongeng yang jadi dalam satu malam. Kampung Inggris dimulai dari Kalend Osen, selepas belajar di Pondok Gontor Modern – Ponorogo. Kalend Osen yang Hijrah dan berguru ke seorang Kyai Ahmad Yazid di Pare Kediri, kalend Osen memiliki semangat untuk menuntaskan keinginannya menguasai keterampilan berpidato dan belajar bahasa asing.

Kyai Ahmad Yazid,  Beliau Kyai Poliglot dari Pesantren Darul Falah Pare, kyai ini dikenal sebagai Kyai yang bisa menguasai berbagai macam bahasa asing mendengar di Pare ada seorang Kyai yang bisa bermacam-macam bahasa asing. Di zaman pemerintahan Soeharto, Alm.Kyai Yazid sering kali dimintai tolong untuk menjadi penerjemah Bahasa Indonesia ke berbagai negara. Hal itu pulalah yang menjadikan Kalend Osen muda semakin fasih dan mumpuni dalam berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.

Seiring jalan terjadi peristiwa ada dua mahasiswa bernama Umar Abdullah yang asli Purwoasri-Kediri, dan Sukardiono yang berasal dari Kertosono-Nganjuk datang berniat untuk belajar Bahasa Inggris kepada Ustadz Yazid untuk memenuhi kewajiban lulus ujian Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional di Kampus IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur.

Persiapan Merekapun hanya dua minggu dan pada saat itu Ustadz Yazid sedang pergi ke Majalengka, Jawa Barat. Kedua mahasiswa tersebut diarahkan untuk belajar kepada Kalend oleh istri Ustadz Yazid. Kalend menyanggupi permintaan itu dan mereka akhirnya terlibat proses belajar mengajar di serambi masjid area pesantren. Pembelajarannya cukup singkat namun intensif selama lima hari saja. Sebulan kemudian kedua mahasiswa tersebut kembali dan mengabarkan kepada Kalend bawah mereka telah lulus ujian.

Keberhasilan dua mahasiswa itu tersebar di kalangan mahasiswa IAIN Sunan Ampel, Surabaya dan mereka tertarik mengikuti jejak seniornya dengan belajar kepada Kalend Osein. Sejak saat itu, pada 15 Juni 1977 Kalend mendirikan lembaga kursus dengan nama BEC di Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kediri. Kelas perdana hanya ada enam siswa. Para siswa tersebut tidak hanya belajar Bahasa Inggris namun juga ilmu agama. Selama sepuluh tahun Kalend mengembangkan lembaga kursusnya. Perlahan BEC mulai dikenal luas dan semakin banyak yang ingin belajar di BEC. Karena tingginya minat masyarakat mempelajari Bahasa Inggris, kian hari jumlah peserta kursus semakin banyak. Lembaga kursus BEC pun membuka beberapa cabang dengan nama yang berbeda, yakni HEC 2 dan EECC. Di awal tahun 1990-an, Kalend mendorong para alumni BEC agar membuat lembaga kursus untuk menampung pelajar yang tidak mendapat kuota akibat membludaknya peminat yang ingin belajar di BEC. Perlahan-lahan lembaga kursus di Pare semakin bertambah jumlahnya dan membentuk suatu perkampungan. Saat ini, tercatat lebih dari 250 lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris.

Kini dengan banyak lembaga, maka disarankan untuk mempelajari terlebih dahulu Institusi dan Strata apa yang dimiliki. Kini IP EDUTRAVEL hadir untuk memberikan kemudahan bagi para peserta untuk mengambil program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan Peningkatan Score TOEFL disamping itu IP EDUTRAVEL memberikan City Tour Kediri dengan mengenal Candi peninggalan kerajaan kediri, menikmati masakan khas kediri yakni Sate Bekicot, Museum kediri, Masjid Agung kediri, melihat Kali brantas dan menikmati taman indah di pusat kota, dan juga Gumul / Parisnya kediri, disamping itu bisa menikmati Wisata Gunung Kelud, Fantasi Arum Jeram, dan berzarah ke makam Bung Karno


Anda berminat segera Menghubungi IP EDUTRAVEL. (ti_an)