Kampung Inggris adalah sebuah julukan bagi suatu perkampungan
yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa
Tulungrejo dan Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Perkampungan tersebut berkembang menjadi tempat belajar Bahasa
Inggris. Sebagai tempat belajar, pemandangan keseharian di Kampung Inggris Pare
tak ubahnya seperti kompleks pelajar. Didominasi oleh hiruk pikuk aktivitas orang-orang
yang sedang belajar khususnya pada saat musim liburan, kampung ini tidak kalah ramai
dengan tempat-tempat wisata karena banyaknya pelajar, mahasiswa, pekerja maupun
masyarakat umum yang mengisi waktu liburan mereka untuk belajar sambil berwisata.
Orang-orang yang belajar di Kampung Inggris tidak hanya dari Indonesia melainkan
juga dari mancanegara seperti Malaysia, Thailand, Timor Leste, dan lain-lain.[2]
Selain itu lingkungan di Kampung Inggris Pare tertata rapi tersedia
banyak warung makanan, cafe, laundry, tempat ibadah, toko buku, taman, dan peralatan
yang dibutuhkan mahasiswa untuk belajar. Alat transportasi utama adalah sepeda dan
motor. Keduanya dapat disewa di tempat penyewaan sepeda dan motor. Tidak ada angkot
jarak dekat ataupun ojek seperti di kota- kota besar.
Kampung Inggris berawal dari perjuangan dan kiprah Bapak Kalend
Osen sang Pendiri BEC Pare. Kalend Osen adalah seorang berkewarganegaraan Indonesia
yang berasal dari Kalimantan Timur, Tokoh dan Guru sederhana yang telah menghasilkan
ribuan murid yang kini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa belahan
di dunia.
Sosok Kalend Osen merupakan pribadi yang sederhana dan disiplin,
selalu memberikan motivasi dan pengajaran yang terbaik kepada seluruh murid- muridnya,
baik yang kini masih aktif mengenyam pendidikan kursus di BEC ataupun kepada para
alumni yang telah menjadi pendiri dan tutor-tutor kursusan di Kampung Inggris. Bahu
membahu, saling berkomunikasi, getok tular ilmu, adalah dasar-dasar asal mulanya
terbentuknya Kampung Inggris Pare. Hal itulah yang menambah kepercayaan dan memantapkan
kepada publik bahwa pendidikan kursus bahasa inggris di Kampung Inggris Pare adalah
yang terbaik di Indonesia.
Dari pengakuan salah seorang peserta kursus yang berasal dari
Sudan yaitu Hasyim (Mahasiswa Malaysia), setelah membandingkan pola belajar serta
metode kursus yang dirasakannya dan temannya yang juga kursus di Malaysia, menyatakan
bahwa Kampung Inggris Pare adalah yang terbaik. Hal tersebut bukanlah isapan jempol
belaka, karena sistem yang berkembang di Pare, bisa menjadikan siswa-siswanya betah
dan mampu menguasai pelajaran bahasa inggris dengan baik. Suasana perkampungan yang alami, kanan-kiri penduduk yang membentuk
komunitas, saling mendukung mensukseskan Kampung Inggris sebagai pusat pembelajaran
bahasa asing. Tidaklah kesulitan untuk menemukan asrama-asrama, kos-kosan sebagai
penginapan sementara baik yang ber-suasana English Area atau yang non-English Area,
berguna sekali untuk calon siswa kursus dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan
Kampung Inggris. Itulah mengapa, “Teman-teman saya di Indonesia dan Malaysia datang
untuk belajar bahasa Inggris. Yang terbaik, di Pare,” ujar Hasyim.
Kampung Inggris tidaklah seperti dongeng yang jadi dalam satu
malam. Kampung Inggris dimulai dari Kalend Osen, selepas belajar di Pondok Gontor
Modern – Ponorogo. Kalend Osen yang Hijrah dan berguru ke seorang Kyai Ahmad
Yazid di Pare Kediri, kalend Osen memiliki semangat untuk menuntaskan keinginannya
menguasai keterampilan berpidato dan belajar bahasa asing.
Kyai Ahmad Yazid, Beliau
Kyai Poliglot dari Pesantren Darul Falah Pare, kyai ini dikenal sebagai Kyai yang
bisa menguasai berbagai macam bahasa asing mendengar di Pare ada seorang Kyai yang
bisa bermacam-macam bahasa asing. Di zaman pemerintahan Soeharto, Alm.Kyai Yazid
sering kali dimintai tolong untuk menjadi penerjemah Bahasa Indonesia ke berbagai
negara. Hal itu pulalah yang menjadikan Kalend Osen muda semakin fasih dan mumpuni
dalam berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.
Seiring jalan terjadi peristiwa ada dua mahasiswa bernama Umar
Abdullah yang asli Purwoasri-Kediri, dan Sukardiono yang berasal dari Kertosono-Nganjuk
datang berniat untuk belajar Bahasa Inggris kepada Ustadz Yazid untuk memenuhi kewajiban
lulus ujian Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai syarat mengikuti Ujian
Nasional di Kampus IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur.
Persiapan Merekapun hanya dua minggu dan pada saat itu Ustadz
Yazid sedang pergi ke Majalengka, Jawa Barat. Kedua mahasiswa tersebut diarahkan
untuk belajar kepada Kalend oleh istri Ustadz Yazid. Kalend menyanggupi permintaan
itu dan mereka akhirnya terlibat proses belajar mengajar di serambi masjid area
pesantren. Pembelajarannya cukup singkat namun intensif selama lima hari saja. Sebulan
kemudian kedua mahasiswa tersebut kembali dan mengabarkan kepada Kalend bawah mereka
telah lulus ujian.
Keberhasilan dua mahasiswa itu tersebar di kalangan mahasiswa
IAIN Sunan Ampel, Surabaya dan mereka tertarik mengikuti jejak seniornya dengan
belajar kepada Kalend Osein. Sejak saat itu, pada 15 Juni 1977 Kalend mendirikan
lembaga kursus dengan nama BEC di Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kediri.
Kelas perdana hanya ada enam siswa. Para siswa tersebut tidak hanya belajar Bahasa
Inggris namun juga ilmu agama. Selama sepuluh tahun Kalend mengembangkan lembaga
kursusnya. Perlahan BEC mulai dikenal luas dan semakin banyak yang ingin belajar
di BEC. Karena tingginya minat masyarakat mempelajari Bahasa Inggris, kian hari
jumlah peserta kursus semakin banyak. Lembaga kursus BEC pun membuka beberapa cabang
dengan nama yang berbeda, yakni HEC 2 dan EECC. Di awal tahun 1990-an, Kalend mendorong
para alumni BEC agar membuat lembaga kursus untuk menampung pelajar yang tidak mendapat
kuota akibat membludaknya peminat yang ingin belajar di BEC. Perlahan-lahan lembaga
kursus di Pare semakin bertambah jumlahnya dan membentuk suatu perkampungan. Saat
ini, tercatat lebih dari 250 lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris.
Kini dengan banyak lembaga, maka disarankan untuk
mempelajari terlebih dahulu Institusi dan Strata apa yang dimiliki. Kini IP
EDUTRAVEL hadir untuk memberikan kemudahan bagi para peserta untuk mengambil
program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan Peningkatan Score TOEFL
disamping itu IP EDUTRAVEL memberikan City Tour Kediri dengan mengenal Candi peninggalan
kerajaan kediri, menikmati masakan khas kediri yakni Sate Bekicot, Museum kediri,
Masjid Agung kediri, melihat Kali brantas dan menikmati taman indah di pusat
kota, dan juga Gumul / Parisnya kediri, disamping itu bisa menikmati Wisata
Gunung Kelud, Fantasi Arum Jeram, dan berzarah ke makam Bung Karno
Anda berminat segera Menghubungi IP EDUTRAVEL. (ti_an)
