Translate

Sabtu, 30 November 2019

8 MAKANAN KHAS KEDIRI WAJIB KAMU COBA




Belum lengkap jika anda sebagai Traveller belum mencoba makanan khas Kediri yang enak, populer dan terkenal. Penasaran apa saja makanannya?, berikut 8 Makanan wajib kamu coba dari Kediri




1. Tahu Takwa
Awalnya  tahu  takwa ini dikenalkan oleh pengusaha asal Cina bernama Bah Kacung, Tahu ini merupakan oleh-oleh khas Kediri sejak tahun 1912.
Pengambilan nama takwa sendiri berasal dari bahasa Mandarin yang berarti aroma. Tahu ini aromanya gurih dan sangat menggoda bahkan sebelum dirasakan di lidah.
Tahu takwa ini mempunyai rasanya gurih dan tidak ada rasa masam sama sekali. Ini dia yang membuat tahu takwa berbeda dengan tahu lainnya. saat digoreng, kulit luarnya crispy, tapi bagian dalamnya tetap lembut.





2. Nasi Pecel Tumpang
Berbicara tentang nasi pecel, sebenarnya makanan satu ini sudah banyak terdapat di berbegai daerah di
Indonesia.
Namun selalu ada ciri khas tersendiri dari nasi pecel di tiap-tiap daerah, salah satunya Kediri. Di Kediri yang paling terkenal adalah Nasi Pecel Tumpang.
Nasi pecel khas Kediri ini biasanya disajikan di atas “pincuk” daun pisang. Biasanya disajikan saat nasi masih mengepul hangat, lalu diatasnya diberi sayuran daun pepaya, daun kenikir, daun ketela pohon, kacang panjang, buah pepaya muda dan kecambah, kemudian disiram diatasnya sambal pecel dan sambal tumpang.
Sambal tumpang ini memiliki bumbu yang komplit, ada rasa pedas, asin, gurih berpadu dengan sambal pecel yang berasa pedas manis.
Setelah disiram sambal tumpang, diatasnya ditaburi lalapan rajangan mentimun, lamtoro dan daun kemangi. Lauk yang biasa disajikan adalah perkedel singkong, tempe atau tahu goreng serta terakhir sebagai pelengkap yaitu di tambahkan peyek.





3. Soto Kediri
Kediri juga mempunya makanan khas berupa olahan yang terbuat dari bahan buah pisang, yaitu gethuk pisang. Gethuk pisang ini memiliki rasa yang manis, sedikit asam dan rasa legit. Gethuk ini dibentuk seperti lontong dan dibalut dengan daun pisang.
Mencari Gethuk Pisang di Kediri ini cukup mudah, karena di sepanjang jalan Dhoho Anda bakal menemukan lapak-lapak yang berjualan gethuk ini.
Untuk membelinya, Anda juga harus berhati-hati dalam memilih. Karena ada penjual yang biasanya membuat Gethuk pisang, tetapi dengan daun pembungkus yang tebal sekali.
Soto juga merupakan makanan yang umum ada di berbagai daerah. Soto Kediri ini juga seperti soto ayam pada umumnya, namun soto ini mempunyai cita rasa yang gurih, nikmat dan sedap yang tidak bisa ditemui pada soto-soto yang lain.
Perbedaan Soto Kediri ini dengan soto ayam lainnya adalah pada kuah soto khas Kediri ini diberi santan sehingga rasa soto ini menjadi semakin gurih dan nikmat.





4. Sate Emprit
Biasanya kalau sate bahan dasarnya adalah daging kambing atau daging ayam, namun berbeda dengan sate emprit khas Kediri ini yang berbahan dasar dari burung emprit. Pengolahanya adalah burung emprit dibakar lalu diolah seperti masakan sate biasanya.
Sebelum dibakar, sate emprit diberi air yang tercampur dengan asam, gula merah, serta bawang putih sebagai penyedap rasanya.
Setelah dibakar lalu dioles dengan bumbu sate yaitu kecap dicampur dengan sambal kacang. Biasanya dalam satu sunduk ada 2 daging burung emprit, di padukan dengan saos bumbu sate dan dalam penyajianya diberi lalapan, seperti timun dan irisan bawang merah.





 5. Sate Bekicot

Kalau sate emprit bahan dasarnya burung emprit, maka sate bekicot ini berbahan dasar daging bekicot. Pusat dari makanan khas Kediri yang satu ini adalah berada di Desa Djengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, tepatnya 10 kilometer dari kawasan Monumen Simpang Lima Gumul.
Didaerah tersebut, selain menyediakan sate bekicot, juga menyajikan makanan olahan dari bekicot lainnya, seperti krengsengan bekicot, kripik bekicot, dan oseng-oseng bekicot.






6. Tahu Poo
Tahu Poo ini berbeda dengan Tahu Takwa, karena ketika digoreng, bagian tengah dari Tahu Poo bisa mengembang (kosong). Tahu Poo ini biasanya paling enak dijadikan camilan bersama sambal petis.
Tahu Poo bisa Anda temui di jalan Yos Sudarso, Anda akan bisa melihat toko Tahu Poo yang penuh dengan orang-orang yang berbelanja oleh-oleh khas Kediri.






7. Stik Tahu Kediri
Tahu Kediri memiliki banyak sekali variasi, salah satunya adalah Stik Tahu. Makanan ringan ini bisa Anda dapatkan di pusat oleh-oleh di jalan Pattimura dan jalan Yos Sudarso.
Makanan ringan yang terbuat dari tahu dan diolah dengan cara tradisional dengan campuran berbagai rempah ini cocok buat Anda yang sedang menjalani program diet.
Jika dibandingkan dengan jenis keripik yang lain, stik tahu ini memiliki tekstur lembut tapi tetap crispy ketika digigit.
Jika Anda berkunjung ke Kediri, rasanya tidak afdol jika belum mencicipi dan membawa pulang oleh-oleh stik tahu ini.






8. Gethuk Pisang
Kediri juga mempunya makanan khas berupa olahan yang terbuat dari bahan buah pisang, yaitu gethuk pisang. Gethuk pisang ini memiliki rasa yang manis, sedikit asam dan rasa legit. Gethuk ini dibentuk seperti lontong dan dibalut dengan daun pisang.
Mencari Gethuk Pisang di Kediri ini cukup mudah, karena di sepanjang jalan Dhoho Anda bakal menemukan lapak-lapak yang berjualan gethuk ini.
Untuk membelinya, Anda juga harus berhati-hati dalam memilih. Karena ada penjual yang biasanya membuat Gethuk pisang, tetapi dengan daun pembungkus yang tebal sekali.

So buruan tuk kunjungi Kediri Yah....(ti_an)


ARCA DWARAPALA TERBESAR DI JAWA TIMUR ADA DI KEDIRI








Benda purbakala berupa arca Dwarapala ditemukan di area Candi Gempur, Desa Adan adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Arca setinggi 180 Cm itu diduga peninggalan Kerajaan Kadiri.

Arca yang terbuat dari batu andesit ini sangat berbeda dengan arca Dwarapala yang ditemukan oleh tim Arkenas di daerah Jawa Tengah, pada lengan dan bahu arca ini terlihat membawa tali tambang.

Dwarapala merupakan patung dengan ketinggian 180 centimeter, gambaran penjaga sebuah bangunan suci atau penting dimasa itu, atau bisa juga penjaga pintu masuk candi. Menurut petugas, arca ini merupakan peninggalan Kerajaan Kadiri yang berusia sekitar 650 tahun.

Sukmawati Susetyo, Ketua Tim Pusat Penelitian Arkenas mengatakan, patung Dwarapala di Kediri ini terbilang ukuran sedang, namun Makaranya, merupakan terbesar di Jawa Timur, 2,3 Meter.

Makara merupakan perpaduan sejumlah binatang mistis yang biasa berada di pinggir bibir tangga sebelum masuk candi.

Selain berbeda dengan Dwarapala lainnya, Maha karya Ini terbilang cukup besar, paling besar malah di Jawa Timur. (ti_an)


CANGKULAN WARGA KEDIRI TEMUKAN ARCA GANESH






Cangkulan Supriyanto (45) di rumah Nursamsu warga Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri mengencengakan dan menjadi sorotan warga sekitar dan para Arkeolog.

Cangkulan yang awalnya mau dibangun septic tank rumah Nursamsu berubah menjadi penemuan Arca Ganesha.

Awalnya Supriyanto menggali lubang septic tank serta memasang dua bis beton. Namun cangkul pada kedalaman sekitar 2 meter kemudian mengenai batu bata berukuran besar. Selanjutnya batu bata kuno dengan ukuran tebal 8 cm dengan pajang dan lebar masing-masing 20 cm. Kondisi batu bata ini sudah banyak yang pecah.

Saat batu bata kuno itu diangkat kemudian ditemukan Arca Ganesha dalam kondisi miring tertimbun di antara tumpukan pecahan batu bata. Selanjutnya dengan tangan gemetaran Supriyanto mengangkat Arca Ganesha dengan ukuran tinggi 30 cm dan berat sekitar 8 kg.

Arca Ganesha terbuat dari batu andesit ini kondisinya masih utuh. "Saat pertama kali melihatnya sempat kaget dan merinding. Malahan saat arca saya angkat, tangan saya juga gemetaran ketakutan," ungkapnya.

Supriyanto mengaku sudah sering menggali sumur, namun baru pertama kali menemukan arca yang diduga peninggalan sejarah.

Petugas dari Pemkab Kediri yang menangani peninggalan benda bersejarah dan diteliti petugas dari Balai Peninggalan Cagar Budaya Trowulan membenarkan bahwa acra itu betul Arca Genesha. (ti_an)




KAMPUNG INGGRIS PILIHAN TEPAT UNTUK EDUTRAVEL BAGI KAMU








Kampung Inggris adalah sebuah julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Perkampungan tersebut berkembang menjadi tempat belajar Bahasa Inggris. Sebagai tempat belajar, pemandangan keseharian di Kampung Inggris Pare tak ubahnya seperti kompleks pelajar. Didominasi oleh hiruk pikuk aktivitas orang-orang yang sedang belajar khususnya pada saat musim liburan, kampung ini tidak kalah ramai dengan tempat-tempat wisata karena banyaknya pelajar, mahasiswa, pekerja maupun masyarakat umum yang mengisi waktu liburan mereka untuk belajar sambil berwisata. Orang-orang yang belajar di Kampung Inggris tidak hanya dari Indonesia melainkan juga dari mancanegara seperti Malaysia, Thailand, Timor Leste, dan lain-lain.[2]

Selain itu lingkungan di Kampung Inggris Pare tertata rapi tersedia banyak warung makanan, cafe, laundry, tempat ibadah, toko buku, taman, dan peralatan yang dibutuhkan mahasiswa untuk belajar. Alat transportasi utama adalah sepeda dan motor. Keduanya dapat disewa di tempat penyewaan sepeda dan motor. Tidak ada angkot jarak dekat ataupun ojek seperti di kota- kota besar.

Kampung Inggris berawal dari perjuangan dan kiprah Bapak Kalend Osen sang Pendiri BEC Pare. Kalend Osen adalah seorang berkewarganegaraan Indonesia yang berasal dari Kalimantan Timur, Tokoh dan Guru sederhana yang telah menghasilkan ribuan murid yang kini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di beberapa belahan di dunia.

Sosok Kalend Osen merupakan pribadi yang sederhana dan disiplin, selalu memberikan motivasi dan pengajaran yang terbaik kepada seluruh murid- muridnya, baik yang kini masih aktif mengenyam pendidikan kursus di BEC ataupun kepada para alumni yang telah menjadi pendiri dan tutor-tutor kursusan di Kampung Inggris. Bahu membahu, saling berkomunikasi, getok tular ilmu, adalah dasar-dasar asal mulanya terbentuknya Kampung Inggris Pare. Hal itulah yang menambah kepercayaan dan memantapkan kepada publik bahwa pendidikan kursus bahasa inggris di Kampung Inggris Pare adalah yang terbaik di Indonesia.

Dari pengakuan salah seorang peserta kursus yang berasal dari Sudan yaitu Hasyim (Mahasiswa Malaysia), setelah membandingkan pola belajar serta metode kursus yang dirasakannya dan temannya yang juga kursus di Malaysia, menyatakan bahwa Kampung Inggris Pare adalah yang terbaik. Hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka, karena sistem yang berkembang di Pare, bisa menjadikan siswa-siswanya betah dan mampu menguasai pelajaran bahasa inggris dengan baik. Suasana perkampungan  yang alami, kanan-kiri penduduk yang membentuk komunitas, saling mendukung mensukseskan Kampung Inggris sebagai pusat pembelajaran bahasa asing. Tidaklah kesulitan untuk menemukan asrama-asrama, kos-kosan sebagai penginapan sementara baik yang ber-suasana English Area atau yang non-English Area, berguna sekali untuk calon siswa kursus dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan Kampung Inggris. Itulah mengapa, “Teman-teman saya di Indonesia dan Malaysia datang untuk belajar bahasa Inggris. Yang terbaik, di Pare,” ujar Hasyim.

Kampung Inggris tidaklah seperti dongeng yang jadi dalam satu malam. Kampung Inggris dimulai dari Kalend Osen, selepas belajar di Pondok Gontor Modern – Ponorogo. Kalend Osen yang Hijrah dan berguru ke seorang Kyai Ahmad Yazid di Pare Kediri, kalend Osen memiliki semangat untuk menuntaskan keinginannya menguasai keterampilan berpidato dan belajar bahasa asing.

Kyai Ahmad Yazid,  Beliau Kyai Poliglot dari Pesantren Darul Falah Pare, kyai ini dikenal sebagai Kyai yang bisa menguasai berbagai macam bahasa asing mendengar di Pare ada seorang Kyai yang bisa bermacam-macam bahasa asing. Di zaman pemerintahan Soeharto, Alm.Kyai Yazid sering kali dimintai tolong untuk menjadi penerjemah Bahasa Indonesia ke berbagai negara. Hal itu pulalah yang menjadikan Kalend Osen muda semakin fasih dan mumpuni dalam berbahasa asing, khususnya Bahasa Inggris.

Seiring jalan terjadi peristiwa ada dua mahasiswa bernama Umar Abdullah yang asli Purwoasri-Kediri, dan Sukardiono yang berasal dari Kertosono-Nganjuk datang berniat untuk belajar Bahasa Inggris kepada Ustadz Yazid untuk memenuhi kewajiban lulus ujian Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai syarat mengikuti Ujian Nasional di Kampus IAIN Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur.

Persiapan Merekapun hanya dua minggu dan pada saat itu Ustadz Yazid sedang pergi ke Majalengka, Jawa Barat. Kedua mahasiswa tersebut diarahkan untuk belajar kepada Kalend oleh istri Ustadz Yazid. Kalend menyanggupi permintaan itu dan mereka akhirnya terlibat proses belajar mengajar di serambi masjid area pesantren. Pembelajarannya cukup singkat namun intensif selama lima hari saja. Sebulan kemudian kedua mahasiswa tersebut kembali dan mengabarkan kepada Kalend bawah mereka telah lulus ujian.

Keberhasilan dua mahasiswa itu tersebar di kalangan mahasiswa IAIN Sunan Ampel, Surabaya dan mereka tertarik mengikuti jejak seniornya dengan belajar kepada Kalend Osein. Sejak saat itu, pada 15 Juni 1977 Kalend mendirikan lembaga kursus dengan nama BEC di Dusun Singgahan, Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kediri. Kelas perdana hanya ada enam siswa. Para siswa tersebut tidak hanya belajar Bahasa Inggris namun juga ilmu agama. Selama sepuluh tahun Kalend mengembangkan lembaga kursusnya. Perlahan BEC mulai dikenal luas dan semakin banyak yang ingin belajar di BEC. Karena tingginya minat masyarakat mempelajari Bahasa Inggris, kian hari jumlah peserta kursus semakin banyak. Lembaga kursus BEC pun membuka beberapa cabang dengan nama yang berbeda, yakni HEC 2 dan EECC. Di awal tahun 1990-an, Kalend mendorong para alumni BEC agar membuat lembaga kursus untuk menampung pelajar yang tidak mendapat kuota akibat membludaknya peminat yang ingin belajar di BEC. Perlahan-lahan lembaga kursus di Pare semakin bertambah jumlahnya dan membentuk suatu perkampungan. Saat ini, tercatat lebih dari 250 lembaga kursus yang ada di Kampung Inggris.

Kini dengan banyak lembaga, maka disarankan untuk mempelajari terlebih dahulu Institusi dan Strata apa yang dimiliki. Kini IP EDUTRAVEL hadir untuk memberikan kemudahan bagi para peserta untuk mengambil program peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dan Peningkatan Score TOEFL disamping itu IP EDUTRAVEL memberikan City Tour Kediri dengan mengenal Candi peninggalan kerajaan kediri, menikmati masakan khas kediri yakni Sate Bekicot, Museum kediri, Masjid Agung kediri, melihat Kali brantas dan menikmati taman indah di pusat kota, dan juga Gumul / Parisnya kediri, disamping itu bisa menikmati Wisata Gunung Kelud, Fantasi Arum Jeram, dan berzarah ke makam Bung Karno


Anda berminat segera Menghubungi IP EDUTRAVEL. (ti_an)