Cangkulan Supriyanto (45) di rumah Nursamsu warga Dusun
Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri mengencengakan dan
menjadi sorotan warga sekitar dan para Arkeolog.
Cangkulan yang awalnya mau dibangun septic tank rumah Nursamsu
berubah menjadi penemuan Arca Ganesha.
Awalnya Supriyanto menggali lubang septic tank serta
memasang dua bis beton. Namun cangkul pada kedalaman sekitar 2 meter kemudian
mengenai batu bata berukuran besar. Selanjutnya batu bata kuno dengan ukuran
tebal 8 cm dengan pajang dan lebar masing-masing 20 cm. Kondisi batu bata ini
sudah banyak yang pecah.
Saat batu bata kuno itu diangkat kemudian ditemukan Arca
Ganesha dalam kondisi miring tertimbun di antara tumpukan pecahan batu bata. Selanjutnya
dengan tangan gemetaran Supriyanto mengangkat Arca Ganesha dengan ukuran tinggi
30 cm dan berat sekitar 8 kg.
Arca Ganesha terbuat dari batu andesit ini kondisinya masih
utuh. "Saat pertama kali melihatnya sempat kaget dan merinding. Malahan
saat arca saya angkat, tangan saya juga gemetaran ketakutan," ungkapnya.
Supriyanto mengaku sudah sering menggali sumur, namun baru
pertama kali menemukan arca yang diduga peninggalan sejarah.
Petugas dari Pemkab Kediri yang menangani peninggalan benda
bersejarah dan diteliti petugas dari Balai Peninggalan Cagar Budaya Trowulan membenarkan
bahwa acra itu betul Arca Genesha. (ti_an)
